Minggu, 11 November 2012

Proses-proses perubahan dari penghayatan Hidup Tak Bermakna menjadi Lebih Bermakna (y) m_m



Meneurut Bastaman (1996) dalam proses perubahan dari penghayatan hidup tak bermakna menjadi lebih bermakna dapat digambarkan tahapan-tahapan pengalaman tertentu. Hal ini hanya merupakan konstruksi teoritis yang dalam realitas sebenarnya tidak selalu mengikuti urutan tersebut (untuk mepermudah pemahaman secara menyeluruh).
Tahapan-tahapan ini dapat digolongkan menjadi lima sebagai berikut:
  1. Tahap Derita (peristiwa tragis, penghayatan tampa makna)
  2. Tahap Penerimaan Diri (pemahaman diri, pengubahan sikap)
  3. Tahap Penemuan Makna Hidup (penemuan makna dan penemuan tujuan- tujuan hidup)
  4. Tahap Realisasi Makna (keikatan diri, kegiatan terarah untuk pemenuhan makna hidup)
  5. Tahap Kehidupan Bermakna (penghayatan bermaknaan, kebahagiaan)
Peristiwa tragis yang membawa kepada kondisi hidup tak bermakna dapat menimbulakan kesadaran diri (self insight) dalam diri individu akan keadaan dirinya dan membantunya untuk mengubah kondisi diri menjadi lebih baik lagi. Gejala-gejala utama penghayatan hidup tak bermakna, individu dapat merasa hampa, gersang, merasa tak memiliki tujuan hidup, merasa hidup tak berarti, serba bosan dan apatis.
Kebosanan (boredom) adalah ketidakmampuan seseorang umtuk membangkitkan minat, sedangkan apatis (apality) merupakan ketidakmampuan untuk mengambil prakarsa. Penghayaran-penghayatan tersebut menurut Frankl (1973), mungkin saja tidak terungkap secara nyata, tetapi terselubung (Masked) dibalik bebrbagai upaya kopensasi dan kehendak yang berlebihan untuk berkuasa (the will to power), bersenang-senang mencari kenikmatan seksual (the will to sex), bekerja (the will to work), dan mengumpulkan uang sebanyak-banyaknya (the will to money). Dengan kata lain perilaku dan kehendak yang berlebihan itu biasanya menutupi penghayatan hidup tanpa makna.
Munculnya kesadaran diri ini dapat didorong karena berbagai macam sebab seperti perenungan diri, konsultasi dengan para ahli, mendapat pandangan dari seseorang, hasil doa dan ibadah, belajar dari pengalaman orang lain atau memahami peristiwa tertentu yang secara dramatis mengubah sikap selama ini. Bersamaan dengan ini individu dapat menyadari adanya nilai-nilai kreatif, pengalaman maupun sikap yang kemudian ditetapkan sebagai tujuan hidup. Atas dasar pemahaman diri dan penemuan makan hidup ini timbul perubahan sikap (changing attitude) dalam menghadapi masalah. Setelah individu berhasil menghadapi masalahnya, semangat hidup dan gairah kerja meningkat, kemudian secara sadar melakukan keikatan diri (self commitment) untuk melakukan berbagai kegiatan terarah untuk memenuhi makan hidup yang ditemukan. Kegiatan ini biasanya berupa pengalaman bakat, kemampuan, keterampilan dan berbagai potensi positif lainya yang sebelumnya terabaikan. Bila tahap ini pada akhirnya berasil dilalui, dapat dipastikan akan menimbulkan perubahan kondisi hidup yang lebih baik dan mengembangkan penghayatan hidup bermakna dengan kebahagiaan. (Bastaman,1996).
Dari gambaran diatas jelas bahwa penghayatan hidup bermakna merupakan gerbang ke arah kepuasan dan kebahagiaan hidup. Hanya dengan memenuhi makna-makna potensial yang ditawarkan oleh kehidupanlah, penghayatan hidup bermakan tercapai dengan kebahagiaan sebagai ganjarannya.

Sebuah pendekatan untuk HIDUP BERMAKNA ?!

Setiap orang selalu mendambakan kebahagiaan dalam hidupnya. Kebahagiaan itu tidak datang begitu saja, tetapi merupakan akibat sampingan dari keberhasilan seseorang memenuhi keinginannya untuk hidup bermakna (the will to meaning). Mereka yang berhasil memenuhinya akan mengalami hidup yang bermakna (meaningful life) dan ganjaran  (reward) dari hidup yang bermakna adalah kebahagiaan (happiness). Di lain pihak mereka yang tak berhasil memenuhi motivasi ini akan mengalami kekecewaan dan kehampaan hidup serta merasakan hidupnya tidak bermakna (meaningless).

Makna hidup (the meaning of life) dan hasrat untuk hidup bermakna (the will of meaning) merupakan motivasi utama manusia guna meraih taraf kehidupan bermakna (the meaningful life) yang didambakannya, 3 hal yang perlu dipahami adalah :

1.Hidup itu memiliki makna (arti) dalam setiap situasi, bahkan dalam penderitaan dan kepedihan sekalipun. Makna adalah sesuatu yang dirasakan penting, benar, berharga dan didambakan serta memberikan nilai khusus bagi seseorang dan layak dijadikan tujuan hidup.

2.Setiap manusia memiliki kebebasan – yang hampir tidak terbatas – untuk menentukan sendiri makna hidupnya. Dari sini kita dapat memilih makna atas setiap peristiwa yang terjadi dalam diri kita, apakah itu makna positif ataupun makna yang negatif. Makna positif ini lah yang dimaksud dengan hidup bermakna.

3.Setiap manusia memiliki kemampuan untuk mengambil sikap terhadap peristiwa tragis yang tidak dapat dielakkan lagi yang menimpa dirinya sendiri dan lingkungan sekitar.

Selayaknyalah kita dapat menikmati proses  seperti ketika kita merasa sangat nyaman dengan perjalanan yang dilakukan dan selalu tersenyum melihat keluar jendela kaca mobil atau kereta, memandang kagum atas semua ciptaan-Nya yang begitu mempesona dan menikmati cerita-cerita dari buku kehidupan yang ditulis oleh Sang Maha Pemilik Segala. CHEERS =))

Minggu, 04 November 2012

Misteri Bulan dan Fakta Yang Tersembunyi =D


Perbandingan umur Bulan dan Bumi diperkirakan lebih tua Bulan 5,3 milyar tahun dari Bumi 4,6 milyar tahun. Teori lain memperkirakan umur Bulan hampir bersamaan dengan Bumi sekitar 4600 juta tahun yang lalu.
Bentuk-Bulan-sabit_apollo16-misteri
Bentuk Permukaan Bulan
Bagian dalam bulan seperti berongga dan bagian permukaan keras seperti Titanium. Struktur ini berbeda dengan planet Bumi dimana di bagian dalam lebih keras dari pada bagian permukaan. Perbedaan lain adalah Bumi dilapisi Atmosfer sehingga benda langit yang masuk ke Bumi akan habis terbakar atmosfer, tapi Atseroit besar kemungkinan bisa sampai Bumi. Bulan, di bagian permukaan keras sehingga  kuat menahan benturan benda langit yang menghatamnya meskipun tidak ada atmosfer yang melapisinya. Akibatnya, benda yang membentur Bulan akan terlihat seperti kawah di permukaannya. Kawah terbesar yang terdapat di bulan berdiameter 300KM dengan kedalaman 6,4 KM. Ilmuan memperkirakan, jika Asteroit tersebut menabrak Bumi akan membentuk lubang sedalam 1.200 KM.
Fakta bahwa Bulan berongga dibuktikan saat kru Apollo meninggalkan Bulan melepaskan sisa pesawat yang tidak digunakan jatuh kembali ke Bulan mengakibatkan gempa terjadi di Bulan selama 15 menit. Penemuan ini diulang kembali oleh Apollo 13 yang kali ini jatunya lebih keras sehingga mengakibatkan gempa selama 3 jam 20 menit.

Template by:

Free Blog Templates